Wamen LHK : Masyarakat Jadi Bagian Penting dan Paling Dinamis untuk Lestarikan Hutan

News  

YOGYAKARTA --Pengelolaan hutan telah mengalami pergeseran paradigma. Hutan tidak lagi dipandang sebatas hanya kayu. Kini, pengelolaannya menitikberatkan hutan sebagai sebuah kesatuan lanskap atau landscape based forest management. Menurut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, hutan menawarkan jasa lingkungan atau jasa ekosistem (ecosystem services) yang luar biasa.

''Sehingga dalam pengelolaannya, tidak hanya menimbang komponen vegetasi, tetapi ada komponen lain seperti air, biodiversitas, begitu pula masyarakat dan hal lain yang merupakan satu kesatuan dalam ekosistem itu,'' kata Alue Dohong, saat menghadiri Deklarasi Peduli Hutan Indonesia dan Peresmian Penanaman Perdana Gerakan Tanam Pohon Jadi Indonesia di Wunung, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam keteangan persnya, Rabu (23/2).

Masyarakat sebagai komponen dari lanskap tersebut, lanjut dia, menjadi bagian penting dan paling dinamis. Oleh karena itu, pemerintah mengklaim sangat menghargai inisiatif masyarakat untuk menjaga sekaligus memulihkan hutan dan lingkungan. Alue menyampaikan, upaya pemulihan lingkungan ini juga erat kaitannya dengan komitmen Indonesia di kancah global dalam pengurangan emisi, untuk mengendalikan gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Keseriusan Indonesia ini diterjemahkan ke dalam NDC, yang menargetkan pengurangan emisi GRK sebesar 29 persen pada tahun 2030 dengan upaya sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional. Dari angka tersebut, sektor kehutanan dan tata guna lahan menjadi kontributor terbesar.

''Salah satu upaya di sektor kehutanan yaitu dengan penanaman pohon, karena dengan menanam akan terjadi sekuestrasi karbondioksida yang disimpan dalam biomassa pohon, yang disebut karbon. Dengan semakin banyak kita menanam, semakin besar serapan CO2 di ekosistem hutan kita,'' jelas Alue.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Peduli Hutan Indonesia (YPHI) Transtoto Handhadhari berharap dapat mengubah cara pandang (mindset) masyarakat umum terhadap hutan. Dia mengajak masyarakat untuk bersama bertekad melestarikan berbagai fungsi hutan yang sangat penting bagi kehidupan.

''Kami juga siap untuk selalu membantu pemerintah dalam melaksanakan pengelolaan hutan,'' katanya.

SUMBER : KLHK

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pendaki dan jurnalis

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image